17 April
2016
Menurutku,
agenda evaluasi organisasi seangkatan akan membosankan. Agenda itu direncakan
sejak pukul 06.30 WIB sampai sore. Aih, jenuhnya membahas hal yang sama. Tetapi,
itu hanya pikiran sebelum terlaksana. Pada hari H, molornya luar biasa. Pukul 08.45
baru dimulai, jelas, faktornya karena kami saling menunggu.
Kami
saling berkomentar, menjustifikasi pribadi dari kegiatan kami bersamanya. Idealnya,
evaluasi memang menegangkan. Tetapi, angkatanku malah saling bercanda, dibawa
asyik dan dinikmati. okelah, itu memang gaya kami. Mengobati rasa jenuh dan
bosan duduk lesehan berjam-jam.
Aku
sadar, hakikat evaluasi adalah saling menilai orang agar dapat menjadi pribadi
yang mendekati perfect, sesuai keinginan kami, untuk kebaikannya juga. Tetapi,
apalah artinya jika seseorang memiliki paradigma berpikir yang paten. Ia punya
alasan tersendiri melakukan hal itu. Sebagai wujud mendekatkan diri pada
cita-cita, hobi, dan keinginannya. Sia-sia, meski di dunia ini tidak ada yang
sia-sia.
Berterima
atau tidak seseorang, setidaknya evaluasi itu dilakukan. Memang patut, siapa
tahu pencerahan, hatinya terbuka dari acaratersebut.
Yang terpenting adalah ESENSI
BUKAN SI-KASIH, LIHATLAH ESENSI PEMBICARAAN, BUKAN SIAPA YANG BERBICARA. [hry]

0 komentar