![]() |
| Editing by Merry PUW: Kebersamaan kami mengaksi dan merefleksi |
Ketika saya
mampir ke alamat blog kalian, saya kaget dan senang. Ternyata, kalian masih
siap berbagi kisah kehidupan kalian untuk orang-orang yang ada dalam kehidupan.
Berbagi itu bukan perkara yang mudah. Apalagi di blog. Mesti nulislah, ngetik,
maketin data internet, nebeng WiFi, ngunggah, ngasih label, ngatur jadwal, lalu
mublis (mempublikasikan). Itu semua memang bukan perkara mudah atau sulit,
tetapi itu soal mau atau tidak mau. Kalian memang Dik-adik saya yang luar
biasa. Sedikit mengamalkan pemberian saya dari kakek moyang adalah hal yang istimewa,
apalagi jika itu menginspirasi orang lain. Dapat pahala berlipat kalian! Sungguh!
Buatlah catatan harian setiap hari. Sebisa mungkin raba dan rangkul dengan
bahasa kalian pada kisah hidup yang sudah Tuhan tuliskan. Biarkan Tuhan tahu
makhlukNya mulai berkembang lebih baik lagi.
Tahu kalian,
apa hakikat “catatan harian”?
Refleksi. Menurut KBBI offline saya yang tersimpan dalam
memori Ibasky,
refleksi
/réfléksi/ n 1 gerakan,
pantulan di luar kemauan (kesadaran) sbg jawaban suatu hal atau kegiatan yg
datang dr luar: penyair pd hakikatnya adalah
suatu -- dr masyarakat sekelilingnya; 2 gerakan
otot (bagian badan) yg terjadi krn suatu hal dr luar dan di luar kemauan atau
kesadaran; 3 ki cerminan; gambaran: penggunaan bahasa merupakan -- dr
kecintaan thd bahasa itu;
Coba amati dan
pahami pada makna ini, “pantulan di luar kemauan (kesadaran) sebagai jawaban
suatu hal atau kegiatan yang datang dari luar”. Pantulan berarti cermin. Sifat
cermin itu jujur, berbicara apa adanya soal kelebihan dan kekuranganmu, jadi
diri sendiri. Di luar kemauan (kesadaran) memiliki makna alam bawah sadar, maksudnya
tidak dalam posisi sadar. Jawaban adalah kunci dari segudang persoalan. Suatu
hal atau kegiatan yang datangnya dari luar merupakan segala sesuatu yang kamu
ungkapkan (expressing), kreasikan (creating), dan aksikan (acting).
Pokoknya soal eksternal dari dirimu. Nah, setelah dibredel jadi punya simpulan
sendiri kan soal refleksi?
Refleksi itu
kegiatan bercermin kembali yang dilakukan oleh diri sendiri secara jujur
mengenai segala sesuatu yang sudah dilakukan, dirasakan, dan diamalkan untuk
menyiapkan diri jadi lebih baik pada hari ini dan esok hari. Segala sesuatu
yang dilakukan, dirasakan, dan diamalkan itu seperti jenis bangun segitiga
siku-siku. Ada rumus pytagoras untuk mengetahui presisinya ukuran. Begitu juga
dalam hidup, kita bisa jadi pandai sebab belajar dari kesalahan yang pernah
dibuat pada masa silam. Caranya jadi pandai? Ya, dengan sering-sering
berefleksi.




Diamalkan
memang lebih panjang ukurannya sebab ada banyak muatan di dalamnya. Amalan
berasal dari ilmu yang diberikan. Hubungannya langsung menuju rasa dan laku.
Ayo, ingat kembali rumus pytagoras dalam mencari sisi miring! Akar dari sisi
datar dikuadratkan plus sisi tegak dikuadratkan, kan? Nah, itu juga. Gabungan
dari kedua sisi.
Pengamalan = Akar dari sisi perasaan
dikuadratkan plus sisi perbuatan dikuadratkan.
Amalan adalah menerapkan
kebaikan atas dasar ilmu dan pengetahuan yang dimiliki. Amalan dilakukan secara
sadar, sesadar-sadarnya kamu memahami manfaat dan mudaratnya. Jika tahu itu
amalan baik, insyaAllah baik tuh! Tetapi, jika paham itu mudarat (tidak
mendatangkan keuntungan dalam usaha mendekatkan pada Tuhan), maka lebih baik
ditinggalkan.
Yang dirasakan
saya tempatkan secara vertikal sebab perasaan atau hati bersifat sensitif. “Hari
ini saya sangat cinta padamu, namun besok saya bisa benci padamu.” Hubungan
manusia kepada Tuhan juga dapat dianalogikan dengan garis vertikal. Sehingga
apa pun yang kita perbuat sebagian besar memang memengaruhi perasaan orang
lain. Tapi, jika Tuhan, Yang Maha pembolak-balik hati dan perasaan tidak
berkenan menjadikan benci karena perbuatan buruk kita pada seseorang, maka wajar-wajar
saja. Toh, nilai perasaan memang lebih tinggi daripada nilai perbuatan.
Segalanya kembali lagi pada sang Maha Lembut dan Maha Pembolak-balik hati. Bisa
jadi, kriteria teman saya selalu tidak berkata jorok, tidak suka ngerokok,
pemalas, dll. Namun, kenyataannya saya senang berteman dengan kamu, yang iseng
berkata jorok, hobi rokokan, dan terlalu santai. Bukannya illfill, ini
malah nempel. Hihihih.
Gampang, kan,
memahami segitiga refleksi?
Ayo, ayo,
refleksikan kehidupanmu dalam catatan harian. InsyaAllah bisa sampai pada rumus
pytagoras segitiga refleksi yang sempurna. Itu rumus luar biasa dan istimewa! Menginspirasi
banyak orang.
Refleksi itu
bisa juga dimaknakan sebagai renungan atau tadaburan.
SEMANGATTTTT!!!
Surabaya, 28
September 2016


0 komentar