Selasa, 27 September 2016

SURAT SESASI UNTUK DIK-ADIKKU TERCINTA


Adik Arif Cinta, Adik Listya Sayang, dan Adik Ervinna Kasih, saya membuat surat ini atas dasar keinginan hati saya. Bukan karena apa-apa, bagaimana, dan mengapa, hanya mengungkapkan perasaan saja. Banyak harapan dan cita-cita sederhana yang harus kalian wujudkan. Jangan merasa sok peka dan tahu betul keinginan saya, ya, (meskipun kalian memang peka dan tahu) sebelum kalian membaca seutuhnya tulisan saya, Dik Adik cinta.

Pertemuan pertama: tes interview di depan gedung T2

Kali pertama berjumpa dengan Dik Arif, Dik Listya dan Dik Ervinna di depan gedung T2 dengan momen interview, saya sangat bahagia. Betapa tidak? Saya, tepatnya kami, sudah berjanji dalam diri untuk memedulikan kalian semua. Secercah harapan masa depan kelangsungan hidup pers dari kalian. Saya, Mbak Merry, Mas Faris, bahkan Mbak Ceker begitu menanti kehadiran kalian. Dulunya kami bingung Sesasi mau dibawa ke mana. Begitu tahu kalian bertiga plus satu pendaftar lagi, kalianlah motivasi dan amunisi penyemangat kami. Saya yakin ini takdir. Hati kalian sendiri yang bergerak dan memilih Sesasi sebagai jembatan jalan masa depan, pengembang potensi dalam diri, dan mengenal lebih dari arti hidup ini; soal pengalaman, relasi, serta ilmu, dan lain-lainnya. Sebab kalian pula, kami rela menghidupkan Sesasi kembali. Saya yakin dan percaya seutuhnya, kalian bisa membantu kami untuk berkarya lebih baik lagi. Secara tidak langsung, kalianlah generasi penerus kami, kalian yang menjaga kehidupan Sesasi. Sesasi butuh Dik Arif yang jago layout, bikin cover, bikin grafis, dan semua-muanya yang berhubungan corel draw dan kawan-kawannya. Sesasi juga butuh Dik Listya yang jago mikir dan semangat belajar buat berita dan tulisan. Sesasi juga perlu Dik Ervinna yang senang menjaga hubungan baik kepada orang-orang dan suka mengeksiskan Sesasi via online juga offline. Kalian bertiga adalah sinergi yang tidak dapat dipisahkan, saling melengkapi dan punya kebermaknaan masing-masing. Ini takdir, Dik Adikku cinta!

Untuk Dik Arif Cinta, saya rasa ini masalah paling krusial jika kehidupan pers tanpa layouter dan grafis. Percuma, Adik Cinta! Ada berita, tapi tak bisa disajikan. Akan mubazir segala pengorbanan kami, cari berita ke sana ke mari untuk zat kehidupan Sesasi, mem-branding nama-nama pengisinya, menginspirasi banyak orang, membangkitkan semangat pembaca, dan yang paling pasti adalah membangun rasa kemanusiaan umat. Saya rasa banyak hal penting yang harus Adik gali lebih dalam makna pers dalam kehidupan.

Pada Dik Listya dan Dik Ervinna, kalian berdua adalah penyokong Dik Arif agar selalu tegar dan kokoh berdiri. Intinya, kalian amunisi penyemangat Dik Arif. Seperti tumbuhan dengan bagian-bagian pentingnya; akar, batang, dan daun.   Akar bisa dianalogikan sebagai Dik Listya dan Dik Ervinna (penyokong), sedangkan Dik Arif adalah batang yang muncul ke permukaan tanah. Mengapa begitu? Tanaman tumbuh karena adanya beberapa biji (anggap saja itu Mbak, dkk). Biji-biji itu akan berevolusi menjadi akar dan batang, melahirkan kalian (Dik Arif, Dik Listya, dan Dik Ervinna). Dedaunan itu bisa diibartakan sebagai pembaca/penggemar. Jika daun itu hijau dan lebat, hal itu mengindikasi baiknya sinergi kalian dalam proses fotosintesis. Entah pengembangan diri yang bagaimana, kalian berhasil menyuguhkan produk terbaik untuk menciptakan pembaca-pembaca super. Namun, sebaliknya, jika daun-daun itu kering kerontang dan gersang, maka akan hilang daun-daunnya dengan sendirinya. Itu artinya tak ada pembaca/penggemar untuk yang menanti-nanti kehadiran keluaran kalian sebab karya kalian memang tidak ada. Bila kalian baik di dalamnya, terutama cara memroses, pasti akan jadi sinergi yang luar biasa. Semakin sukses, kalian akan menghasilkan buah-buahan. Di situ bisa dianalogikan sebagai sponsor yang membantu keberadaan dan segala keperluan kalian. Ya, sama seperti buah pada umumnya, mereka diburu banyak orang untuk dinikmati dagingnya. Orang-orang rela menukar pundi-pundi uang demi buah segar dan menyehatkan. Eits, tenang dulu, saya bicara soal tanaman pada umumnya; seperti mangga, jambu, dkk, bukan Rafflesia Arnoldi (heheheh). Eits lagi, saya tidak ngomong masalah untung rugi, hanya kebahagiaan bisa menginspirasi banyak orang karena karya-karya kita.

Saya rasa sampai di sini kalian paham, kehidupan Sesasi sesederhana kehidupan tanaman. Kami (Mbak, dkk) lahir dari kepedulian dan rasa kasih sayang. Kami mencoba jadi benih untuk melahirkan generasi yang baik demi kelangsungan hidup Sesasi. Kami ingin menanamkan kepedulian dan kasih sayang kami kepada kalian soal kehidupan Sesasi. Janganlah biarkan Sesasi hidup malang, sepi, sendiri, hampa bersama kalian yang pernah mencintainya. Saya yakin dengan sepenuh hati, hati kalian mencintai Sesasi, peduli dan sayang padanya. Peduli itu tak pernah mengharap balasan, mengasihi itu tak juga menanti imbalan, dan sayang itu selalu mengorbankan kepunyaannya (terutama waktu dan tenaga). Setulus apa pun kasih sayang itu, Tuhan Maha Tahu dan setiap yang dikasihi akan mengerti dan memohonkan pula pada Tuhan segala kemudahan dalam hidupnya.

Mbak sudah menjelaskan kepada kalian soal kepedulian. Materi itu kami dapatkan dari guru kami juga, Dik. Kalian tahu orang-orang yang paling diistimewakan dalam hidup itu siapa setelah Nabi Muhammad? Jawabannya memang orang tua, orang yang peduli dalam hidup kalian. Itu tidak diragukan lagi. Setelah itu, siapa? Guru. Orang-orang yang pandai dan berprikepadian luhur serta damai dan tenang hidupnya sebab mereka memuliakan guru di samping orang tua. Dan yang terakhir itu orang-orang yang benar-benar peduli padamu, soal kehidupanmu; latar belakang keluargamu, kesehatanmu, masalah pribadimu, masa lalumu, tugas kuliahmu, pekerjaanmu, organisasimu, dan segalanya tentang kamu. Pada orang-orang seperti inilah yang tak boleh diabaikan. Sungguh! Kedudukan mereka layaknya orang tua. 

Pertemuan kita adalah takdir, jangan anggap angin lalu. Sebab, doa-doa mereka selalu menggelantung dalam pikiran. Mereka mendukung apa pun pilihan yang terbaik bagi yang dpedulikan. Kalian harus hati-hati kepada mereka. Jangan pernah sakiti mereka dengan bejibun alasan. Karena doa mereka ada tanpa sepengetahuan kalian. Masih ingat dengan kisah Maling Kundang? Seperti itu kuasa ibu yang sakit hatinya. Seperti itu pula hukum karma; kekasih yang sepenuh hati mencintaimu, namun kau khianati begitu saja. Seperti itu juga angin berhembus kencang memporak-porandakan bangunan dengan sekejap.

Semua saling berkaitan dan berikatan, saling tarik menarik memberi semangat. Energi itu saling mengisi. Ingat Dik Adik; saya, Mbak Merry, Mas Faris, dan Mbak Ceker sangat siap menemani Adik ngerjain layout, membimbing menulis, atau memberi saran untuk generasi berikut kalian. Kami siap pol. Ingat dong perjuangan melek di Waroeng Bamboe, Cangkrukan, Angkringan SMP28, itu semua perjuangan yang tidak mungkin bisa terlupa. Indah sekali. Menghabiskan malam bersama kalian itu anugerah dan sesuatu yang menyenangkan. Saya sangat bersyukur.

Tengah malam di Waroeng Bamboe 

Sudah saya jelaskan sejak awal, jika kita adalah TIM dan KELUARGA SESASI. TIM itu bisa diartikan sebagai partner untuk bekerja sama. Tim yang solid itu pasti saling membantu. Nah, itu. Bekerja sesuai potensi dan kemampuan dalam bidangnya. Saya dan yang lainnya tidak jago layout, bukan jago tapi belum bisa; satu-satunya yang kami punya, satu-satunya harapan kami, ya memang, cuma Dik Arif seorang. KELUARGA itu saling peduli, menjaga, dan berharap selalu ada saat kalian membutuhkan. Persis, saya ingin membuat KK SESASI dengan anggota KK kalian semua.

Yakinlah kamu tidak sendiri. Masih ingatkah? Kami menemani Dik Arif ngelayout saja sampai larut malam di Warkop Bamboe atau Warkop Cangkrukan. Yang bisa kami lakukan, ya, untuk saat ini, hanya itu, memberi semangat Adik. Sengaja saya mengajak kalian bertahan sampai larut-larut begitu, ada maknanya. Percayalah! Hasil tidak akan mengkhianati. Proses itu menemani perjalananmu menuju sukses. Sebab pada hakikatnya, sukses itu soal perjalanan, bukan hasil. Tahu orang-orang berhasil dan sukses itu diundang ke talkshow acara televisi atau seminar-seminar, ngomong apa coba mereka? Perjalanan menuju sukses, proses kreatif mereka! Hasil itu hanya ibarat bonus dan efek kita berlelah-lelah. Jelas akan sangat berbeda hasil orang yang sudah tidur pukul 22.00 WIB dengan orang yang masih berjuang di luar menyelesaikan sesuatu hingga menjelang pagi, sampai pukul 00.01 lewat. Saya yakin, perjuangan itu sebab cinta dan sayang serta peduli pada SESASI.

Bekerja Bersama di Waroeng Bamboe

Mau pulang tengah larut

Masih ingat saya wajah puas dan bahagia Dik Listya, Dik Ervinna, serta Dik Arif dan yang lain saat terbit CAKRAWALA. Indah. Puas. Menyenangkan. Lega. Plong. ... (silakan diisi sendiri).

Belum lagi IDHUM.... Hmmm, sudah terpampang nyata via online. Menyejukkan!
Jujur, saya ingin menanamkan mindset kepada kalian, SESASI yang artinya satu bulan itu akan melahirkan produk setiap bulannya. Kumohon mengertilah Dik Adik. Itu sebab mengapa saya menarget kalian, men-deadline dengan seabrek tugas dan lain sebagainya. Toh, pers atau media akan mati jika tanpa karya/produk. Dunia pekerjaan itu lebih sulit dan susah daripada ini semua, Dik. Ini saya berikan pembelajaran buat kalian, agar kalian paham benar makna kehidupan ini.

Adik Arif merasa terbebani dengan semua tugas SESASI? Tolong jangan! Have fun saja! Kita belajar bersama, berkarya bahagia, bukan stress sama-sama. Saya ingin sekali mengagendakan jadwal kita, jalan-jalan ke luar setiap bulannya. Tapi, maaf baru bisa main ke UTM, SM. Senang kan ya ketemu orang-orang baru dalam hidup, nambah saudara. Nah, di sana kita dapat banyak pengalaman, ‘kan? 

Taman Kampus Orang :P

Foto Bersama di Pinggir Taman Kampus Orang

Di atas kapal menuju Madura

Makan Malam yang Terlalu Larut 

Oh, Tuhan, kumohon kalian jangan merasa terbebani. Toh, pekerjaan kalian akan lebih mudah dengan adanya generasi berikutnya. Banyak yang ingin mendaftarkan diri bergabung dalam TIM dan KELUARGA SESASI, loh. Sungguh! Mbak enggak bohong! Cobalah! Bertanggung jawablah atas segala sesuatu yang kalian pilih. Selesaikan sampai tuntas untuk indikasi kalian benar-benar menjaga amanah. Bagaimana pun keadaan kalian!

Ingatlah, kehidupan ini begitu mudah jika kalian tahu kunci dan gembok kehidupan. Dalam membuka gembok kehidupan ini hanya butuh empat kunci, Dik Adik. Itu sudah diajarkan Rasul Muhammad; jujur, amanah (dapat dipercaya/bertanggung jawab), tabligh (menyampaikan), dan fatonah (cerdas). Ayo, hargai pilihan Adik sendiri. Tuhan membuat ini semua untuk kamu. Ini semua merupakan rencanaNya. Percayalah, kalian bisa memberi makna untuk SESASI. SESASI perlu Dik Arif, Dik Listya, dan Dik Ervinna untuk menetaskan generasi-generasi unggul berikutnya. Bertahanlah untuk menemukan makna SESASI dalam hidup kalian masing-masing.
Terima kasih sudah menjadi TIM dan KELUARGA yang baik untuk Mbak Yani, Mbak Merry, Mas Faris, dan Mbak Ceker dalam membangun SESASI. Saat ini kita tengah membangun pondasi untuk SESASI. Generasi berikutnya, generasimu bersama yang baru, akan membangun apanya? Atap, dinding, jendela, atau yang lain? Terserah kalian. Yang penting kalian membangun, tidak meninggalkan begitu saja, membengkalaikannya untuk ditemu orang-orang yang takbertanggungjawab demi kepentingan pribadi. Banyak harapan di sana Dik Adik. Tak kurang orang yang ingin menguasai media pers demi kejahatan semata. Mbak harap, SESASI sudah menyatu dalam hati kalian. Sebab, SESASI sudah membuka hati lebar untuk kalian, SESASI sudah mencoba menyatukan hatinya dengan kalian? Apakah kalian sudah melakukan hal yang sama seperti SESASI? Tidak ada kata terlambat. Bukalah mata, hati, dan pikiran untuk SESASI. Sebab, Mbak peduli pada kalian bertiga. Kami bertiga siap jadi air untuk menyirami tanaman. Ya. Kalian, yang tergabung dalam TIM dan KELUARGA SESASI.

SEMANGAT GENERASI SESASIKU!!! KALIAN PASTI BISA!!!

dari Mbak-mbak dan Mas yang peduli pada kalian.... Peluk {()} Ciummm :*

Wajah Ceria di Cangkrukan Sahabat, SMP28 Surabaya


Surabaya, 27 September 2016
Read more