Selasa, 11 Oktober 2016

NGEBLOG = CATATAN HARIAN

Editing by Merry PUW: Kebersamaan kami mengaksi dan merefleksi

Ketika saya mampir ke alamat blog kalian, saya kaget dan senang. Ternyata, kalian masih siap berbagi kisah kehidupan kalian untuk orang-orang yang ada dalam kehidupan. Berbagi itu bukan perkara yang mudah. Apalagi di blog. Mesti nulislah, ngetik, maketin data internet, nebeng WiFi, ngunggah, ngasih label, ngatur jadwal, lalu mublis (mempublikasikan). Itu semua memang bukan perkara mudah atau sulit, tetapi itu soal mau atau tidak mau. Kalian memang Dik-adik saya yang luar biasa. Sedikit mengamalkan pemberian saya dari kakek moyang adalah hal yang istimewa, apalagi jika itu menginspirasi orang lain. Dapat pahala berlipat kalian! Sungguh! Buatlah catatan harian setiap hari. Sebisa mungkin raba dan rangkul dengan bahasa kalian pada kisah hidup yang sudah Tuhan tuliskan. Biarkan Tuhan tahu makhlukNya mulai berkembang lebih baik lagi.
Tahu kalian, apa hakikat “catatan harian”?

Refleksi. Menurut KBBI offline saya yang tersimpan dalam memori Ibasky,
refleksi /réfléksi/ n 1 gerakan, pantulan di luar kemauan (kesadaran) sbg jawaban suatu hal atau kegiatan yg datang dr luar: penyair pd hakikatnya adalah suatu -- dr masyarakat sekelilingnya; 2 gerakan otot (bagian badan) yg terjadi krn suatu hal dr luar dan di luar kemauan atau kesadaran; 3 ki cerminan; gambaran: penggunaan bahasa merupakan -- dr kecintaan thd bahasa itu;

Coba amati dan pahami pada makna ini, “pantulan di luar kemauan (kesadaran) sebagai jawaban suatu hal atau kegiatan yang datang dari luar”. Pantulan berarti cermin. Sifat cermin itu jujur, berbicara apa adanya soal kelebihan dan kekuranganmu, jadi diri sendiri. Di luar kemauan (kesadaran) memiliki makna alam bawah sadar, maksudnya tidak dalam posisi sadar. Jawaban adalah kunci dari segudang persoalan. Suatu hal atau kegiatan yang datangnya dari luar merupakan segala sesuatu yang kamu ungkapkan (expressing), kreasikan (creating), dan aksikan (acting). Pokoknya soal eksternal dari dirimu. Nah, setelah dibredel jadi punya simpulan sendiri kan soal refleksi?

Refleksi itu kegiatan bercermin kembali yang dilakukan oleh diri sendiri secara jujur mengenai segala sesuatu yang sudah dilakukan, dirasakan, dan diamalkan untuk menyiapkan diri jadi lebih baik pada hari ini dan esok hari. Segala sesuatu yang dilakukan, dirasakan, dan diamalkan itu seperti jenis bangun segitiga siku-siku. Ada rumus pytagoras untuk mengetahui presisinya ukuran. Begitu juga dalam hidup, kita bisa jadi pandai sebab belajar dari kesalahan yang pernah dibuat pada masa silam. Caranya jadi pandai? Ya, dengan sering-sering berefleksi.
Text Box: Dilakukan
3
Text Box: Diamalkan
5
Text Box: Dirasakan
4


Diamalkan memang lebih panjang ukurannya sebab ada banyak muatan di dalamnya. Amalan berasal dari ilmu yang diberikan. Hubungannya langsung menuju rasa dan laku. Ayo, ingat kembali rumus pytagoras dalam mencari sisi miring! Akar dari sisi datar dikuadratkan plus sisi tegak dikuadratkan, kan? Nah, itu juga. Gabungan dari kedua sisi.

Pengamalan = Akar dari sisi perasaan dikuadratkan plus sisi perbuatan dikuadratkan.
Amalan adalah menerapkan kebaikan atas dasar ilmu dan pengetahuan yang dimiliki. Amalan dilakukan secara sadar, sesadar-sadarnya kamu memahami manfaat dan mudaratnya. Jika tahu itu amalan baik, insyaAllah baik tuh! Tetapi, jika paham itu mudarat (tidak mendatangkan keuntungan dalam usaha mendekatkan pada Tuhan), maka lebih baik ditinggalkan.

Yang dirasakan saya tempatkan secara vertikal sebab perasaan atau hati bersifat sensitif. “Hari ini saya sangat cinta padamu, namun besok saya bisa benci padamu.” Hubungan manusia kepada Tuhan juga dapat dianalogikan dengan garis vertikal. Sehingga apa pun yang kita perbuat sebagian besar memang memengaruhi perasaan orang lain. Tapi, jika Tuhan, Yang Maha pembolak-balik hati dan perasaan tidak berkenan menjadikan benci karena perbuatan buruk kita pada seseorang, maka wajar-wajar saja. Toh, nilai perasaan memang lebih tinggi daripada nilai perbuatan. Segalanya kembali lagi pada sang Maha Lembut dan Maha Pembolak-balik hati. Bisa jadi, kriteria teman saya selalu tidak berkata jorok, tidak suka ngerokok, pemalas, dll. Namun, kenyataannya saya senang berteman dengan kamu, yang iseng berkata jorok, hobi rokokan, dan terlalu santai. Bukannya illfill, ini malah nempel. Hihihih.   
Gampang, kan, memahami segitiga refleksi?

Ayo, ayo, refleksikan kehidupanmu dalam catatan harian. InsyaAllah bisa sampai pada rumus pytagoras segitiga refleksi yang sempurna. Itu rumus luar biasa dan istimewa! Menginspirasi banyak orang.
Refleksi itu bisa juga dimaknakan sebagai renungan atau tadaburan.

SEMANGATTTTT!!!


Surabaya, 28 September 2016
Read more