Adik Arif Cinta, Adik Listya
Sayang, dan Adik Ervinna Kasih, saya membuat surat ini atas dasar keinginan
hati saya. Bukan karena apa-apa, bagaimana, dan mengapa, hanya mengungkapkan
perasaan saja. Banyak harapan dan cita-cita sederhana yang harus kalian
wujudkan. Jangan merasa sok peka dan tahu betul keinginan saya, ya, (meskipun kalian
memang peka dan tahu) sebelum kalian membaca seutuhnya tulisan saya, Dik Adik
cinta.
![]() |
| Pertemuan pertama: tes interview di depan gedung T2 |
Kali pertama berjumpa dengan Dik
Arif, Dik Listya dan Dik Ervinna di depan gedung T2 dengan momen interview,
saya sangat bahagia. Betapa tidak? Saya, tepatnya kami, sudah berjanji dalam
diri untuk memedulikan kalian semua. Secercah harapan masa depan kelangsungan
hidup pers dari kalian. Saya, Mbak Merry, Mas Faris, bahkan Mbak Ceker begitu
menanti kehadiran kalian. Dulunya kami bingung Sesasi mau dibawa ke mana.
Begitu tahu kalian bertiga plus satu pendaftar lagi, kalianlah motivasi dan
amunisi penyemangat kami. Saya yakin ini takdir. Hati kalian sendiri yang
bergerak dan memilih Sesasi sebagai jembatan jalan masa depan, pengembang
potensi dalam diri, dan mengenal lebih dari arti hidup ini; soal pengalaman,
relasi, serta ilmu, dan lain-lainnya. Sebab kalian pula, kami rela menghidupkan
Sesasi kembali. Saya yakin dan percaya seutuhnya, kalian bisa membantu kami
untuk berkarya lebih baik lagi. Secara tidak langsung, kalianlah generasi
penerus kami, kalian yang menjaga kehidupan Sesasi. Sesasi butuh Dik Arif yang
jago layout, bikin cover, bikin grafis, dan semua-muanya yang berhubungan corel
draw dan kawan-kawannya. Sesasi juga butuh Dik Listya yang jago mikir dan
semangat belajar buat berita dan tulisan. Sesasi juga perlu Dik Ervinna yang
senang menjaga hubungan baik kepada orang-orang dan suka mengeksiskan Sesasi
via online juga offline. Kalian bertiga adalah sinergi yang tidak
dapat dipisahkan, saling melengkapi dan punya kebermaknaan masing-masing. Ini
takdir, Dik Adikku cinta!
Untuk Dik Arif Cinta, saya rasa
ini masalah paling krusial jika kehidupan pers tanpa layouter dan grafis.
Percuma, Adik Cinta! Ada berita, tapi tak bisa disajikan. Akan mubazir segala
pengorbanan kami, cari berita ke sana ke mari untuk zat kehidupan Sesasi, mem-branding
nama-nama pengisinya, menginspirasi banyak orang, membangkitkan semangat
pembaca, dan yang paling pasti adalah membangun rasa kemanusiaan umat. Saya
rasa banyak hal penting yang harus Adik gali lebih dalam makna pers dalam
kehidupan.
Pada Dik Listya dan Dik Ervinna,
kalian berdua adalah penyokong Dik Arif agar selalu tegar dan kokoh berdiri.
Intinya, kalian amunisi penyemangat Dik Arif. Seperti tumbuhan dengan
bagian-bagian pentingnya; akar, batang, dan daun. Akar
bisa dianalogikan sebagai Dik Listya dan Dik Ervinna (penyokong), sedangkan Dik
Arif adalah batang yang muncul ke permukaan tanah. Mengapa begitu? Tanaman
tumbuh karena adanya beberapa biji (anggap saja itu Mbak, dkk). Biji-biji itu
akan berevolusi menjadi akar dan batang, melahirkan kalian (Dik Arif, Dik
Listya, dan Dik Ervinna). Dedaunan itu bisa diibartakan sebagai
pembaca/penggemar. Jika daun itu hijau dan lebat, hal itu mengindikasi baiknya
sinergi kalian dalam proses fotosintesis. Entah pengembangan diri yang
bagaimana, kalian berhasil menyuguhkan produk terbaik untuk menciptakan
pembaca-pembaca super. Namun, sebaliknya, jika daun-daun itu kering kerontang
dan gersang, maka akan hilang daun-daunnya dengan sendirinya. Itu artinya tak
ada pembaca/penggemar untuk yang menanti-nanti kehadiran keluaran kalian sebab
karya kalian memang tidak ada. Bila kalian baik di dalamnya, terutama cara
memroses, pasti akan jadi sinergi yang luar biasa. Semakin sukses, kalian akan
menghasilkan buah-buahan. Di situ bisa dianalogikan sebagai sponsor yang
membantu keberadaan dan segala keperluan kalian. Ya, sama seperti buah pada
umumnya, mereka diburu banyak orang untuk dinikmati dagingnya. Orang-orang rela
menukar pundi-pundi uang demi buah segar dan menyehatkan. Eits, tenang dulu,
saya bicara soal tanaman pada umumnya; seperti mangga, jambu, dkk, bukan Rafflesia
Arnoldi (heheheh). Eits lagi, saya tidak ngomong masalah untung rugi, hanya
kebahagiaan bisa menginspirasi banyak orang karena karya-karya kita.
Saya rasa sampai di sini kalian
paham, kehidupan Sesasi sesederhana kehidupan tanaman. Kami (Mbak, dkk) lahir
dari kepedulian dan rasa kasih sayang. Kami mencoba jadi benih untuk melahirkan
generasi yang baik demi kelangsungan hidup Sesasi. Kami ingin menanamkan
kepedulian dan kasih sayang kami kepada kalian soal kehidupan Sesasi. Janganlah
biarkan Sesasi hidup malang, sepi, sendiri, hampa bersama kalian yang pernah
mencintainya. Saya yakin dengan sepenuh hati, hati kalian mencintai Sesasi,
peduli dan sayang padanya. Peduli itu tak pernah mengharap balasan, mengasihi
itu tak juga menanti imbalan, dan sayang itu selalu mengorbankan kepunyaannya
(terutama waktu dan tenaga). Setulus apa pun kasih sayang itu, Tuhan Maha Tahu
dan setiap yang dikasihi akan mengerti dan memohonkan pula pada Tuhan segala
kemudahan dalam hidupnya.
Mbak sudah menjelaskan kepada
kalian soal kepedulian. Materi itu kami dapatkan dari guru kami juga, Dik.
Kalian tahu orang-orang yang paling diistimewakan dalam hidup itu siapa setelah
Nabi Muhammad? Jawabannya memang orang tua, orang yang peduli dalam hidup
kalian. Itu tidak diragukan lagi. Setelah itu, siapa? Guru. Orang-orang yang
pandai dan berprikepadian luhur serta damai dan tenang hidupnya sebab mereka
memuliakan guru di samping orang tua. Dan yang terakhir itu orang-orang yang
benar-benar peduli padamu, soal kehidupanmu; latar belakang keluargamu,
kesehatanmu, masalah pribadimu, masa lalumu, tugas kuliahmu, pekerjaanmu,
organisasimu, dan segalanya tentang kamu. Pada orang-orang seperti inilah yang
tak boleh diabaikan. Sungguh! Kedudukan mereka layaknya orang tua.
Pertemuan
kita adalah takdir, jangan anggap angin lalu. Sebab, doa-doa mereka selalu
menggelantung dalam pikiran. Mereka mendukung apa pun pilihan yang terbaik bagi
yang dpedulikan. Kalian harus hati-hati kepada mereka. Jangan pernah sakiti
mereka dengan bejibun alasan. Karena doa mereka ada tanpa sepengetahuan kalian.
Masih ingat dengan kisah Maling Kundang? Seperti itu kuasa ibu yang sakit hatinya.
Seperti itu pula hukum karma; kekasih yang sepenuh hati mencintaimu, namun kau
khianati begitu saja. Seperti itu juga angin berhembus kencang
memporak-porandakan bangunan dengan sekejap.
Semua saling berkaitan dan
berikatan, saling tarik menarik memberi semangat. Energi itu saling mengisi.
Ingat Dik Adik; saya, Mbak Merry, Mas Faris, dan Mbak Ceker sangat siap
menemani Adik ngerjain layout, membimbing menulis, atau memberi saran
untuk generasi berikut kalian. Kami siap pol. Ingat dong perjuangan melek di
Waroeng Bamboe, Cangkrukan, Angkringan SMP28, itu semua perjuangan yang tidak
mungkin bisa terlupa. Indah sekali. Menghabiskan malam bersama kalian itu
anugerah dan sesuatu yang menyenangkan. Saya sangat bersyukur.
![]() |
| Tengah malam di Waroeng Bamboe |
Sudah saya jelaskan sejak awal,
jika kita adalah TIM dan KELUARGA SESASI. TIM itu bisa diartikan sebagai partner
untuk bekerja sama. Tim yang solid itu pasti saling membantu. Nah, itu. Bekerja
sesuai potensi dan kemampuan dalam bidangnya. Saya dan yang lainnya tidak jago layout,
bukan jago tapi belum bisa; satu-satunya yang kami punya, satu-satunya harapan
kami, ya memang, cuma Dik Arif seorang. KELUARGA itu saling peduli, menjaga,
dan berharap selalu ada saat kalian membutuhkan. Persis, saya ingin membuat KK
SESASI dengan anggota KK kalian semua.
Yakinlah kamu tidak sendiri.
Masih ingatkah? Kami menemani Dik Arif ngelayout saja sampai larut malam di
Warkop Bamboe atau Warkop Cangkrukan. Yang bisa kami lakukan, ya, untuk saat
ini, hanya itu, memberi semangat Adik. Sengaja saya mengajak kalian bertahan
sampai larut-larut begitu, ada maknanya. Percayalah! Hasil tidak akan
mengkhianati. Proses itu menemani perjalananmu menuju sukses. Sebab pada
hakikatnya, sukses itu soal perjalanan, bukan hasil. Tahu orang-orang berhasil
dan sukses itu diundang ke talkshow acara televisi atau seminar-seminar,
ngomong apa coba mereka? Perjalanan menuju sukses, proses kreatif mereka! Hasil
itu hanya ibarat bonus dan efek kita berlelah-lelah. Jelas akan sangat berbeda hasil
orang yang sudah tidur pukul 22.00 WIB dengan orang yang masih berjuang di luar
menyelesaikan sesuatu hingga menjelang pagi, sampai pukul 00.01 lewat. Saya
yakin, perjuangan itu sebab cinta dan sayang serta peduli pada SESASI.
![]() |
| Bekerja Bersama di Waroeng Bamboe |
![]() |
| Mau pulang tengah larut |
Masih ingat saya wajah puas dan
bahagia Dik Listya, Dik Ervinna, serta Dik Arif dan yang lain saat terbit
CAKRAWALA. Indah. Puas. Menyenangkan. Lega. Plong. ... (silakan diisi sendiri).
Belum lagi IDHUM.... Hmmm, sudah
terpampang nyata via online. Menyejukkan!
Jujur, saya ingin menanamkan mindset
kepada kalian, SESASI yang artinya satu bulan itu akan melahirkan produk setiap
bulannya. Kumohon mengertilah Dik Adik. Itu sebab mengapa saya menarget kalian,
men-deadline dengan seabrek tugas dan lain sebagainya. Toh, pers atau
media akan mati jika tanpa karya/produk. Dunia pekerjaan itu lebih sulit dan
susah daripada ini semua, Dik. Ini saya berikan pembelajaran buat kalian, agar
kalian paham benar makna kehidupan ini.
Adik Arif merasa terbebani dengan
semua tugas SESASI? Tolong jangan! Have fun saja! Kita belajar bersama,
berkarya bahagia, bukan stress sama-sama. Saya ingin sekali mengagendakan
jadwal kita, jalan-jalan ke luar setiap bulannya. Tapi, maaf baru bisa main ke
UTM, SM. Senang kan ya ketemu orang-orang baru dalam hidup, nambah saudara. Nah, di sana kita dapat banyak pengalaman, ‘kan?
| Taman Kampus Orang :P |
| Foto Bersama di Pinggir Taman Kampus Orang |
| Di atas kapal menuju Madura |
| Makan Malam yang Terlalu Larut |
Oh, Tuhan, kumohon kalian jangan
merasa terbebani. Toh, pekerjaan kalian akan lebih mudah dengan adanya generasi
berikutnya. Banyak yang ingin mendaftarkan diri bergabung dalam TIM dan
KELUARGA SESASI, loh. Sungguh! Mbak enggak bohong! Cobalah! Bertanggung
jawablah atas segala sesuatu yang kalian pilih. Selesaikan sampai tuntas untuk
indikasi kalian benar-benar menjaga amanah. Bagaimana pun keadaan kalian!
Ingatlah, kehidupan ini begitu
mudah jika kalian tahu kunci dan gembok kehidupan. Dalam membuka gembok
kehidupan ini hanya butuh empat kunci, Dik Adik. Itu sudah diajarkan Rasul
Muhammad; jujur, amanah (dapat dipercaya/bertanggung jawab), tabligh
(menyampaikan), dan fatonah (cerdas). Ayo, hargai pilihan Adik sendiri. Tuhan
membuat ini semua untuk kamu. Ini semua merupakan rencanaNya. Percayalah, kalian
bisa memberi makna untuk SESASI. SESASI perlu Dik Arif, Dik Listya, dan Dik
Ervinna untuk menetaskan generasi-generasi unggul berikutnya. Bertahanlah untuk
menemukan makna SESASI dalam hidup kalian masing-masing.
Terima kasih sudah menjadi TIM
dan KELUARGA yang baik untuk Mbak Yani, Mbak Merry, Mas Faris, dan Mbak Ceker
dalam membangun SESASI. Saat ini kita tengah membangun pondasi untuk SESASI.
Generasi berikutnya, generasimu bersama yang baru, akan membangun apanya? Atap,
dinding, jendela, atau yang lain? Terserah kalian. Yang penting kalian
membangun, tidak meninggalkan begitu saja, membengkalaikannya untuk ditemu
orang-orang yang takbertanggungjawab demi kepentingan pribadi. Banyak harapan
di sana Dik Adik. Tak kurang orang yang ingin menguasai media pers demi
kejahatan semata. Mbak harap, SESASI sudah menyatu dalam hati kalian. Sebab,
SESASI sudah membuka hati lebar untuk kalian, SESASI sudah mencoba menyatukan
hatinya dengan kalian? Apakah kalian sudah melakukan hal yang sama seperti SESASI?
Tidak ada kata terlambat. Bukalah mata, hati, dan pikiran untuk SESASI. Sebab, Mbak
peduli pada kalian bertiga. Kami bertiga siap jadi air untuk menyirami tanaman.
Ya. Kalian, yang tergabung dalam TIM dan KELUARGA SESASI.
SEMANGAT GENERASI SESASIKU!!! KALIAN PASTI
BISA!!!
dari Mbak-mbak dan Mas yang peduli pada kalian.... Peluk {()} Ciummm :*
![]() |
| Wajah Ceria di Cangkrukan Sahabat, SMP28 Surabaya |
Surabaya, 27 September 2016






0 komentar